Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.
Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:… (lagi…)
Desember 17, 2010
DOMAIN NAE SYSTEM
November 29, 2010
MAIL SERVER
Mail server adalah program daemon yang bekerja menampung dan mendistribusikan email dalam suatu jaringan. Protokol yang umum digunakan antara lain protokol SMTP, POP3 dan IMAP. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) digunakan sebagai standar untuk menampung dan mendistribusikan email, sedangkan POP3 (Post Office Protocol v3) dan IMAP (Internet Mail Application Protocol) digunakan agar user dapat mengambil dan membaca email secara remote yaitu tidak perlu login ke dalam sistem shelll mesin mail server tetapi cukup menguhubungi port tertentu dengan mail client yang mengimplementasikan protocol POP3 dan IMAP.
Sejarah mail server yaitu sebelumnya dikenal sebagai VMailer dan IBM Secure Mailer, itu pada awalnya ditulis oleh Wietse Venema selama tinggal di IBM Thomas J. Watson Research Center, dan terus dikembangkan secara aktif hari ini. Postfix pertama kali dirilis pada pertengahan tahun 1999.
Prinsip kerja mail server yaitu:
• Jika ada mail local maupun mail remote yang mepergunakan SMTP, diletakkan kedalam direktori /var/mail/postfix/maildrop.
• Di sini akan dicek host, domain, maupun user name yang dituju. Pengecekan juga termasuk yang didefinisikan di /etc/aliases dan ~/.forward. Jika bermasalah, mail akan dikembalikan ke pengirim. Bisanya ada satu tembusan ke postmaster.
• Dari maildrop, mail akan di clean up dengan menambah header dan meletakkan di direktori /var/mail/postfix/imcoming. Disini program queue manager akan diaktifkan.
• Queue manager akan memisahkan mail-mail yang ditujukan untuk jaringan local dan mail yang ditujukan untuk host jaringan remot. Jika ada mail yang macet, Queue Manager akan memilahnya sehingga tidak mempengaruhi pengaturan mail lainnya.
• Trivial-rewrite adalah program yang dipanggil oleh Queue Manager untuk resolving alamat dari tujuan surat.
Software client mail yang digunakan adalah squirrelmail versi 1.4.20. squirrelmail 1.4.20 merupakan client mail berbasis web. Keuntungan client mail berbasis web yaitu user tidak perlu mengatut konfigurasi mail client. Sehingga user cukup hanya mengetahui user name, password, dan URL/IP address ke mail client
November 25, 2010
Simulasi Jaringa LAN
Langkah-langkah :
- pilihlah menu “packet tracer”.
- buatlah gambar simulasi server, switch, dan beberapa server sesuai kebutuhan.
a. end devices, pilih gambar sesuai keinginan untuk server maupun client (usahakan berbeda)
b. switch, pilihlah switch yang akan dipakai dalam simulasi usahakan switch yang mempunyai banyak port.
c. connections, pilihlah kabel ssesuai kebutuhah (contoh:straight) untuk menghubungkan server, switch, dan client. Hubungkan satu persatu kabel pada lubang port yang urut.
- setelah langkah (2) selesai, sekarang berilah ip address, subnet mask, dan defult gateway pada server client.
a. Untuk server :
- § Klik double pada server.
- § Pilih config
- § Klik setting, ganti nama server (display name) dengan nama sesuai keinginan. Serta cantumkan digit gateway pada kolom gateway.
- § Langkah berikutnya, pilih fastethernet. Masukan digit ip address dan subnet mask, setelah sekiranya sudah “close”.
b. Untuk client.
- § Klik double pada client.
- § Pilih config.
- § Klik setting, ganti nama computer client dengan nama sesuai keinginan.
- § Untuk gateway/dns, Pillih static.
- § Tulis gateway client, tulis digit gateway sama dengan ip address server.
- § Langkah berikutnya, pilih fastethernet, masukkan digit ip address client (berbeda dengan sserver, usahakan urut mudah diingat & dideteksi saat ada trouble. Masukan digit subnet mask.
- § Pada menu ip configurasi, pilih static.
4. pengisian digit ip address, subnet mask, dan defult gateway telah selesai, sekarang pengecekan koneksi server mupun client.
a. Pilih desktop pada menu tools.
b. Pilih command prompt (run).
- § Tulis ipconfig (kemudian enter)
- § PC>
- § Pada tulisan tadi tulis ping(spasi)nomor ip.
Contoh:PC>ping 192.168.1.1 (kemudian enter)
<>Apabila dibawah bertuliskan
“pinging”
Request time out.
Itu berarti computer belum terkoneksi, dan aturlah kembali agar terkoneksi dengan baik.
<>Apabila dibawah bertuliskan
“pinging”
“reply from……..
Maka computer telah terkoneksi.
5. lakukan langkah tersebut pada client-client yang lain, setelah simulasi berhasil kemudian simpan.
6. maka kita dapat mempraktekkan pada pembuatan jaringan LAN yang sebenarnaya.
SELAMAT MENCOBA…..!!!!
” setting FTP pada ubuntu server ”
1. Cek keberadaan paket vsftpd, apakah sudah terinstall atau belum, ketikkan perintah
dpkg -l | grep ftp
2. Jika belum terinstall, install dengan cara :
a. Masukkan cd ubuntu server
b. Ketikkan perintah
mount /cdrom
dpkg -i /cdrom/pool/main/v/vsftpd/*.deb
c. Atau tambahkan parameter –force-depends setelah dpkg –i (lagi…)
Konfigurasi DNS Server
Konfigurasi DNS Server di Ubuntu Server
0 pemilih669 views | April 8, 2010oleh n4scuy DNS itu singkatan dari Domain Name Server, jadi yang kita inget bukan alamat IP Address dari setiap komputer tapi nama yang diberikan untuk IP Address tersebut. Misalnya seperti www.yahoo.com atau www.google.com atau juga gadjah.net.
Kenapa? Karena manusia (lagi…)
Juni 10, 2010
ubuntu
Proses Instalasi Ubuntu 9.04 Secara garis besar, saat menginstall ubuntu anda akan melewati beberapa tahapan pra-instalasi: 1. Memilih Bahasa Instalasi 2. Memilih Lokasi dan Zona Waktu 3. Memilih Keyboard 4. Melakukan Pemartisian Hardisk 5. Membuat User/Pengguna 6. Migrasi Dokumen dan Setting 7. Summary, Instalasi Grub Saya mengatakan Pra-Instalasi, karena belum terjadi apapun sebelum anda menekan tombol terakhir, install (bisa disebut langkah ke-8). Proses instalasi sebenarnya akan berlangsung setelah anda menekan tombol install. Setelah itu, anda tidak bisa menghentikan Ubuntu, hidup anda akan berubah
! Setelah mendownload file iso ubuntu, misalnya dari ftp.kambing.ui.edu/pub/ubuntu anda harus membakarnya ke cdrom. Jika anda tidak sempat mendownload, anda bisa membelinya di toko kami http://linuxindo.web.id/minishop/. Booting dari CDROM Setelah dibakar ke cdrom, anda harus booting menggunakan cdrom itu. Jika PC anda sudah diset untuk boot ke cdrom, anda bisa menunggu sampai layar pilihan boot ubuntu menyapa anda. Jika tidak, anda bisa menekan tombol F12 (atau sejenisnya, sesuai pesan bios) untuk mengganti pilihan booting. Pada layar menu booting ubuntu, anda akan diberi beberapa pilihan: 1. Try Ubuntu….. untuk mencoba system live 2. Install Ubuntu ….. untuk menginstall ubuntu 3. Check disk….. untuk mengecek cd 4. Test memory….. untuk mengetest RAM 5. Boot from …… untuk mem-boot OS di hardisk Setelah memilih Install Ubuntu dengan menekan tombol panah bawah lalu Enter, anda akan dibawa ke layar pesan booting Langkah 1. Memilih Bahasa Di halaman welcome anda bisa memilih bahasa selama proses instalasi. Bahasa ini juga akan menjadi bahasa default sistem anda (jangan khawatir, anda bisa memilih bahasa baru nanti melalui menu System >> Administration >> Language Support). Di sini, karena lebih familiar dan nyaman menggunakan bahasa Inggris, saya memilih bahasa Inggris. Untuk memilih bahasa selain bahasa Inggris, anda bisa melakukan klik scroll di tab daftar bahasa di sebelah kiri. Jika ingin membatalkan proses instalasi, tekan tombol Quit. Untuk melanjutkan tekan tombol Forward. Langkah 2. Memilih Lokasi dan Time Zone Anda harus memilih lokasi dan zona waktu sesuai lokasi dan zona waktu anda saat ini. Hal ini penting karena beberapa setting akan otomatis mengikuti lokasi anda. Seperti lokasi server repository terdekat dengan lokasi anda saat ini. Menggunakan server yang lebih dekat tentu akan menghemat bandwith dan mempercepat waktu downloadnya. Karena saya tinggal di Mataram, termasuk zona waktu Indonesia bagian tengah. Saya memilih Makssar di field City/Kota. Atau anda bisa mengklik pada peta. Selanjutnya, klik Forward untuk melanjutkan. Langkah 3. Memilih LayOut Keyboard Biasanya, kita menggunakan keyboard standar USA. Jika PC/Laptop anda menggunakan keybiard jenis lain, anda bisa memilih dari daftar yang tersedia. Jika anda tidak tahu, anda bisa melakukan test dengan mengetik di field yang tersedia di kiri bawah. Langkah 4. Mempartisi Hardisk Biasanya bagian tersulit dari proses instalasi adalah saat melakukan pemartisian. Tetapi dengan Ubuntu, anda tidak perlu khawatir, anda akan melakukannya dengan interface GUI. Meskipun demikian, kesalahan dalam pemartisian bisa mengakibatkan kehilangan data. Sebab itu, anda sebaiknya melakukan backup terlebih dahulu. Agar mudah memahami pemartisian, anda harus mengetahui untuk apa anda menginstall ubuntu. Untuk menginstall ubuntu di hardisk yang kosong atau single booting, anda bisa memilih melakukan pemartisian manual atau otomatis, seperti pada gambar di bawah ini. Untuk kontrol yang lebih baik, saya menyarankan anda memilih pemartisian manual – Specify Partitions Manual (Advanced). Klik forward, setelah memilih opsi ini. Saya menggunakan dua hardisk (virtualbox), sda dan sdb. Pada sda sudah terinstall WindowsXP, sedangkan pada hardisk kedua, sdb masih kosong. Idealnya, Ubuntu diinstall dengan skema partisi: 1. Partisi root (/) – 20 Gb 2. Partisi swap (sw) – Umumnya 2x nilai RAM anda.Jika RAM anda 1Gb. Partisi swap sebaiknya 2Gb. 3. Partisi home (/home) – sebaiknya sisa/bagian terbesar hardisk Klik pada bagian yang kosong, pilih New Partition untuk membuat partisi baru. Pilih partisi jenis Primary. Anda bisa membuat maksimal 4 partisi primary (sda1, sda2, sda3 dan sda4) yang salah satu partisi primary (biasanya partisi ke-4/sda4) akan menjadi partisi Extended (yang di dalamnya kita bisa membuat partisi logical (sda5 – dst) dalam jumlah tak terbatas). Untuk ukuran partisinya, masukkan ukuran partisi yang disarankan, 5 Gb untuk root. Pada gambar saya membuat kira-kira 4.5Gb. Ini tidak apa-apa, karena saya tidak banyak menginstall aplikasi-aplikasi yang tidak fungsionalitas seperti compiz, gnome games, printer (karena saya tidak punya printer), dan lain-lain. Jika ingin melakukan perhitungan, anda bisa menggunakan ukuran 1024 Mb = 1Gb sebagai patokan perhitungan. Jadi, jika anda ingin membuat partisi 5 Gb, anda harus memasukkan nilai 1024 x 5 = 5120. Untuk lokasi partisi, umumnya di awal, agar terstruktur. Untuk jenis partisi, Ubuntu 9.04 menggunakan filesystem Ext4 yang lebih cepat dan memiliki performance lebih baik dari Ext3. Untuk mount point, pilih root (/). Klik OK, untuk membuat partisi. Selanjutnya, ulangi langkah tadi untuk membuat partisi /home. Bedanya, pada mount point, pilih /home. Dan ingat untuk menyisakan space kosong sebesar 2x RAM anda. Pada sisa hardisk yang masih kosong, buat partisi baru dengan tipe filesystem swap area. Untuk menginstall sistem dual boot/multi system, partisi harus dipersiapkan matang, sebelum melakukan proses instalasi sistem operasi. Prinsipnya adalah mengalokasikan hardisk sesuai kebutuhan dan karakter masing-masing OS. Langkah 5. Instalasi Pada tahap ini, anda tidak melakukan apapun begitu anda menekan tombol Install. Yang anda lakukan hanyalah, menyesap kopi anda, menonton proses instalasi berjalan kira-kira 20-30 menit, tergantung kekuatan PC anda. Klik Restart Now, dan SELAMAT DATANG DALAM DUNIA UBUNTU.
November 20, 2009
Macam-Macam Windows
Windows XP Professional
Windows XP Professional adalah sistem operasi Windows XP yang dibuat khusus untuk computer desktop yang terhubung ke dalam sebuah jaringan dengan domain yang dikelola oleh Active Directory milik Windows 2000 Server atau Windows Server 2003. (lagi…)
November 18, 2009
Instalasi Windows “XP”
- Sebelumnya kamu membutuhkan CD master Windows XP terlebih dahulu kemudian masukan di CDROM/DVDROM kamu. Lalu restart komputer kamu, kemudian nampak tampilan seperti gambar lalu tekan tombol Delete pada keybord agar kamu dapat masuk di BIOS(Basic Input Output System) komputer. Pada beberapa jenis Mainboard harus menekan tombol F2 pada keyboard. Kamu dapat melihatnya pada perintah Press DEL to run Setup.
- Lalu kamu akan berada dalam BIOS kemudian pilih Boot pada menu dan pilih item Boot Device Priority seperti pada gambar.
- Setelah itu Kamu merubah [CDROM] pada posisi 1st Boot Device untuk boot melalui CDROM dengan menggunakan tombol +- di keyboard.Lalu tekan F10 untuk menyimpan konfigurasi kamu.
- Restart komputer tunggu hingga muncul tulisan seperti pada gambar lalu tekan sembarang tombol dengan cepat.
- Setelah pada tampilan berikut tekan Enter untuk lanjut pada proses instal atau R untuk melakukan reparasi Windows di Recovery Consule atau F3 untuk mengakhiri proses instal.
- Lanjut pada Lisencing Agreement tekan F8 untuk lanjut dan ESC untuk batalkan proses.
- Pada gambar posisi partisi belum terisi oleh sistem windows.Tekan C untuk membuat partisi baru pada harddisk dan Enter untuk menginstal.
- Lalu masukan berapa besar kapasitas partisi yang ingin kamu buat dalam satuan megabytes(MB) dan tekan Enter untuk membuat partisinya seperti terlihat pada gambar.

- Kemudian tekan Enter untuk melakukan proses instal atau Delete untuk menghapus partisi.
- Dan pilih NTFS file system (Quick) atau FAT file system (Quick) lalu tekan Enter.
- Bila proses instalasi langkah 1 → 10 benar maka akan tampil seperti gambar.
- Setelah itu kamu sampai pada layar berikut Click Next.
- Lalu isikan dengan Nama dan Organisasi Kamu kemudian tekan Next.
- Disini Kamu akan mengisikan Produk Key atau Serial Number dari type windows Kamu tekan Next lagi.
- Isikan nama komputer dan password untuk mengaksesnya lalu tekan Next.
-
Set Time Zone pada posisi (GMT+80:00) klik Next.
- Typical settings: Pada option ini settingan jaringan akan dibuat default windows dan Custom settings: Untuk mensetting jaringan kamu secara manual lalu klik Next.
- Bila Kamu terhubung kejaringan local dengan domain pilih option Yes, lalu isi dengan nama DOMAIN yang sama dengan DOMAIN jaringan Kamu dan sebaliknya jika tidak terhubung kejaringan atau terhubung tapi tanpa DOMAIN pilih option No, sekali lagi tekan Next.
- Selanjutnya Kamutinggal mengklik Ok,Next,Skip dan Finish juga diminta mengisikan nama kamu. hingga Kamu berada pada tampilan Dekstop Windows seperti ini. Sekarang Kamu tinggal menginstal driver hardware CPU Kamu.
Remove Aplikasi
- Klik kanan Exsplore, kemudian pilih kontrol panel.
- Pilih Add or remove, klik programs.
- Cari Aplikasi yang ingin di remove atau di format, klik Aplikasi tersebut kemudian klik remove.
- Tandai pillihan yang terdapat pada kotak, kemudian klik uninstal.
- Tunggulah proses loading, dan proses meremove Aplikasi telah selesa
Cara Back Up
Back up bertujuan untuk mengkopy data atau menyelamatkan data sebelum melakukan penginstallan. Back Up ini hanya bisa dilakukan menggunakan CD-ROM RW.
prosedur :
- Masukan CD program Aplikasi yang ingin di Back Up.
- Pilih program Aplikasi Nero.
- Pilih Copy dan Back Up pada menu Nero.
- Klik Copy CD, setelah itu pilih kecepatan pembacaan (writing speed) dan banyak CD yang akan di copy (number of copyes) sesuai keinginan.
- Setelah langkah tadi selesai, kemudian klik Copy. Dan CD-ROM akan melakukan pembacaan CD Program Aplikasi yang telah kita masukkan ke CD-ROM tadi.
- Apabila proses tadi selesai, secara otomatis CD akan keluar dengan sendirinya (seperti di eject). Ambil CD tadi dan taruh pada tempat yang aman.
- Masukan CD blank (kosongan) kedalam CD-ROM, secara otomatis CD-ROM akan mengkopy Aplikasi tadi kedalam CD blank yang kita masukan.
- Setelah CD yang kkita masukan keluar, kemudian masukan CD blank yang lain. Lakukan langkah ini seterusnya, sesuai banyaknya CD yang kita copy ( pada langkah 4).















